Selasa, 20 April 2010

pagi itu aku tersentak dalam tidurku
ada sesuatu yang memancar
dari pagi yang semula hening itu

itu bukan kembang api
juga bukan mercon tanda bahagia
itu adalah suara meriam
dari letusan kamp. tentara

seketika itu
tanah tidak lagi berwarna coklat
seketika itu tanah telah berubah hitam karena darah

darah segar yang mengalir dari tubuh anak bangsa
darah m erah yang mengucur dari jantung pemuda

ini bukaln kiasan
ini adalah kisak nyata
kisah perjuangan anak bangsa
untuk mempertahankan negerinya, indonesia

dia tak takut mati
karena mati hanya suatu awal
dia tak takut sakit
karena sakit hanya penderitaan sesaat

yang dia takutkan hanya
apabila anak cucunya mati
dalam keadaan menyedihkan
karena tak mampu melawan arus peradapan panjang
dan tersesat ditengah jalan keburukan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar